Panduan Lengkap Cara Budidaya Tanaman Katuk

Tahukah Anda tentang daun katuk yang banyak manfaatnya? Kali ini akan share bagaimana cara budidaya tanaman katuk yang baik dan benar. Bagian tanaman katuk yang sering dimanfaatkan daunnya ini memiliki segudang manfaat baik untuk kesehatan dan kecantikan.

Jika sudah tahu manfaatnya, alangkah baiknya jika Anda memilikinya 1 pohon saja di halaman rumah atau ingin dijadikan lahan bisnispun bisa karena ada pasarnya. Berikut ini panduan lengkapnya.

Panduan Cara Budidaya Tanaman Katuk

Cara Budidaya Tanaman Katuk

Lahan atau tanah

Diperlukan lahan atau tanah yang cukup luas untuk penanaman daun katuk. Lading tegalan biasanya merupakan lahan yang cocok untuk menanam katuk. Sebelum lahan ditanami, dilakukan terlebih dulu pengolahan tanah dengan cara dicangkul yang bertujuan agar tanah menjadi gembur dan biarkan selama 1 minggu. Bentuk lahan atau tanah dengan dibuat bendengan-bendengan dan tanah yang dicampur pupuk kandang dengan takaran 2 kg/m². kemudian buat lubang tanam sedalam 5 sampai 10 cm yang berjarak 50 cm x 50 cm.

Pembibitan Tanaman Katuk

Pemilihan bibit katuk dapat dilakukan dengan cara penyetekan batang, pilihlah batang yang sehat untu mendapatkan bibit yang bagus. Kemudian potong batang-batang tersebut dengan panjang 30 sampai 40 cm. untuk mempercepat proses tumbuhnya akar, bisa di olesi hormone rootene pada pangkal setek jika dirasa perlu.

Cara penanaman Tanaman Katuk

Setelah lahan siap, bibit-bibit yang telah disetek dapat ditanam pada lubang tanam dengan cara dimasukan didalam lubang didalam bendeng.

Cara Pemupukan Tanaman Katuk

Jenis pupuk yang digunakan pada tanaman daun katuk meliputi pupuk kandang dan jenis pupuk buatan. Pemberian jenis pupuk kandang harus diberikan pada awal pengolahan lahan tanam dengan memasukan pupuk kandang pada lubang tanam sampai penuh yang dibuat untuk menanam bibit. Selain itu, pupuk buatan juga sangat dibutuhkan yang berfungsi untuk mempercepat masa pertumbuhan dan jenis pupuk yang diberikan yaitu jenis pupuk NPK dengan dosis yang diberikan sekitar 8 – 10 butir per lubang.

Cara Pemeliharaan Tanaman Katuk

Di dalam melakukan pemeliharaan jenis tanaman daun katuk ini diperlukan beberapa proses pemeliharaan seperti penyulaman, penyiangan, pembumbunan dan proses penyiraman. Proses penyulaman hanya dilakukan jika terdapat tanaman yang mengalami gangguan pertumbuhan atau kematian, penyulaman ini dilakukan dengan mengganti tanaman yang mati dan tanaman yang dijadikan pengganti harus memiliki umur yang sama agar pertumbuhannya dapat merata dengan tanaman yang lainnya. Proses penyulaman ini mulai dilakukan pada saat seminggu setelah penanaman. Selain itu, dalam melakukan pemeliharaan tanaman daun katuk harus dilakukan yang namanya penyiangan. Proses penyiangan ini bertujuan untuk membasmi tanaman liar yang tumbuh disekitar tanaman katuk dan dapat mengganggu pertumbuhannya. Proses penyiangan dapat dilakukan setelah sebulan pada awal masa tanam, dilanjutkan lagi tergantung dari pertumbuhan gulma itu sendiri.

Seperti jenis tanaman lainnya, tanaman katuk juga harus dilakukan penyiraman secara teratur dari awal pembibitan sampai tumbuh besar. Proses penyiraman dapat dilakukan dengan cara mengaliri saluran air pada sisi bedengan dengan ketinggian sekitar 25 cm, proses pengairan ini dapat dilakukan secara rutin 1 minggu sekali tergantung dari kondisi cuaca. Sedangkan proses pembumbunan dapat dilakukan setiap 3 – 4 minggu sekali agar pertumbuhan tanaman katuk dapat maksimal.

Cara Pengendalian Hama Tanaman Katuk

Biasanya hama yang sering menyerang tanaman ini dapat merusak bagian daun, gejala yang ditimbulkan jika terserang hama yaitu dengan ditandai warna daun dan daun tanaman katuk akan mengering. Pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan menyemprotkan cairan pestisida.

Proses Panen Tanaman Katuk

Proses pemanenan pada tanaman katuk ini dapat dilakuka setelah tanaman berumur sekitar 2 – 2,5 bulan, lalu pemanenan dapat dilakukan kembali setiap 1 bulan sekali. Bagian tanaman yang dipanen yaitu pada bagian daun dan batangnya yang masih muda, lalu bagian batang tanaman yang telah dipanen dipotong-potong dan disisakan sekitar 50 cm. Tanaman katuk ini dapat dilakukan pemanenan sampai umur tanaman 3 tahun, setelah itu tanaman harus diremajakan kembali. Hasil panen sebaiknya disimpan di tempat yang teduh agar kualitasnya tetap terjaga dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *